Select Page

Adab dan Etika dalam Pergaulan melalui Kata “Terima Kasih,” “Tolong,” dan “Maaf”

 

Dalam kehidupan sehari-hari, adab dan etika merupakan cerminan dari kepribadian seseorang. Tiga kata sederhana—terima kasih, tolong, dan maaf—memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

 

Suatu hari, Dinda dan teman-temannya sedang mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan sekolah. Saat mereka membagi tugas, Dinda berkata dengan sopan, “Tolong bantu aku mencari referensi di buku ini, ya.” Ucapannya yang lembut membuat teman-temannya merasa dihargai, sehingga mereka dengan senang hati membantu.

 

Ketika tugas selesai, Dinda tidak lupa mengucapkan, “Terima kasih sudah bekerja sama dengan baik, tanpa kalian tugas ini tidak akan selesai dengan cepat.” Kata sederhana itu membuat suasana semakin akrab, dan teman-temannya merasa dihargai atas usaha mereka.

 

Namun, dalam dinamika kerja kelompok, terkadang ada kesalahpahaman. Saat Dinda tanpa sengaja menumpahkan air minum di meja, ia segera berkata, “Maaf ya, aku tidak sengaja. Aku akan segera mengelapnya.” Dengan sikap bertanggung jawab dan tulus, teman-temannya pun memahami dan tidak mempermasalahkan kejadian itu.

 

Dari kisah ini, kita belajar bahwa kata terima kasih menunjukkan rasa menghargai, tolong menandakan sikap rendah hati dan menghormati orang lain, sementara maaf mencerminkan kesadaran diri serta tanggung jawab atas kesalahan. Dengan membiasakan ketiga kata ini, kita tidak hanya menunjukkan adab dan etika dalam pergaulan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman dan penuh rasa hormat di mana pun kita berada.